diarak warga tanpa busana samarinda

Search Results

4:09
TERUNGKAP ALASAN WARGA DI PASAMAN ARAK WANITA TANPA BUSANA

Sempat beredar viral dimedia sosial seorang wanita yang tidak memakai baju diarak oleh warga. SELENGKAPNYA--> https://bit.ly/32YC9Y1

Tribun Video
4 Sep 2020 · 2.1K views
5:24
Pria Tanpa Busana Minta Tolong, Warga Geruduk Hotel Prime INN

Pria Tanpa Busana Minta Tolong, Warga Geruduk Hotel Prime INN

Tribun Medan
29 May 2020 · 64K views
1:03
Pelaku Foto Bugil Serahkan Diri

Setelah mengemparkan dunia maya dan masyarakat Samarinda, pelaku foto tanpa busana akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Dirinya mengaku, membuat foto asusila untuk dijual melalui media sosial.

Kompas TV
25 May 2016 · 113K views
0:16
👇👇 Viral, Wanita Berkendara Tanpa Busana di Samarinda, Lepas Satu per Satu Pakaian Saat di Jalan Jagat dunia maya Kota Samarinda dibuat gempar dengan sesosok wanita berkendara tanpa busana. Kejadian tersebut terjadi Senin (9/9) pagi jelang siang tadi. Saat itu, terdapat wanita berambut pendek sebahu menggunakan motor metik warna orange. Aksinya itu menjadi viral di media sosial. Dari informasi yang ada, awalnya wanita tersebut menggunakan pakaian saat keluar rumahnya dari kawasan Sungai Lais. Wanita tersebut hendak menuju rumah orangtuanya di kawasan Gunung Lingai. Namun, belum sampai ke tujuan, wanita tersebut terlihat sudah tidak menggunakan pakaian lagi. Bahkan, wanita itu terlihat tanpa busana berada disekitar masjid, Jalan PM Noor. Tidak berselang lama, wanita itu kembali berkendara di sekitar simpangan Sempaja hingga akhirnya sampai ke rumah. "Awalnya dia pakai baju, pakai handuk juga. Dia bilang mau ambil baju ke rumah yang ada di Gunung Lingai. Ternyata di jalanan bajunya tidak dipakai lagi, sampai akhirnya masuk media sosial," ucap Km (62) ibu wanita itu, Senin (9/9/2019). Wanita itu sendiri diketahui berinisial YG (37), anak bungsu dari enam bersaudara. Ibunya menjelaskan, anak perempuannya itu telah mengalami gangguan jiwa sejak lima tahun terakhir, dan kerap keluar masuk rumah sakit jiwa (RSJ). Penyebab anaknya alami gangguan jiwa, diduga karena adanya permasalahan dengan suaminya. Bahkan, diketahui anaknya itu kerap sudah tenang, namun kembali kumat setelah bertemu dengan suaminya. "Sebab suaminya ini macem-macem. Dia ini senang sama anak kecil, senang merawat," ungkapnya. Sebelum heboh karena aksi tanpa busananya. Ternyata wanita tersebut kerap mengamuk di kawasan tempat tinggalnya. Namun demikian, tidak sampai melukai warga lainnya. "Pernah ngamuk, tapi tidak sampai melukai warga. Pernah juga dia bawa senjata tajam," ucap M Naufal (21), warga sekitar. Sementara itu, guna proses pengobatan, Dinas Sosial Kota Samarinda, Satpol PP Kota Samarinda, TNI, serta pihak Kelurahan Gunung Lingai dan RT setempat mengevakuasi wanita tersebut ke RSJD Atma Husada Mahakam. Membujuk agar mau dibawa ke RSJ memakan waktu cukup lama. Namun, akhirnya wanita tersebut bersedia berjalan keluar rumah untuk naik mobil Satpol PP. Sekitar pukul 20.30 Wita akhirnya wanita tersebut ditemani orangtuanya menuju RSJ. Syarifah Halimah T dari tim penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Dinsos Kota Samarinda menerangkan, penanganan terhadap YG telah dilakukan beberapa kali oleh pihaknya. Terkait dengan kejadian ini, pihaknya memberikan solusi agar membawa YG ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Tujuannya untuk dilakukan penanganan lebih lanjut di Budi Luhir, tempat penampungan setelah pemulihan. "Itu kerja sama juga dengan Dinsos. Jadi, saran kami agar dibawa ke Banjarmasin saja," ucapnya singkat. Editor: Rafan Arif Dwinanto

👇👇 Viral, Wanita Berkendara Tanpa Busana di Samarinda, Lepas Satu per Satu Pakaian Saat di Jalan Jagat dunia maya Kota Samarinda dibuat gempar dengan sesosok wanita berkendara tanpa busana. Kejadian tersebut terjadi Senin (9/9) pagi jelang siang tadi. Saat itu, terdapat wanita berambut pendek sebahu menggunakan motor metik warna orange. Aksinya itu menjadi viral di media sosial. Dari informasi yang ada, awalnya wanita tersebut menggunakan pakaian saat keluar rumahnya dari kawasan Sungai Lais. Wanita tersebut hendak menuju rumah orangtuanya di kawasan Gunung Lingai. Namun, belum sampai ke tujuan, wanita tersebut terlihat sudah tidak menggunakan pakaian lagi. Bahkan, wanita itu terlihat tanpa busana berada disekitar masjid, Jalan PM Noor. Tidak berselang lama, wanita itu kembali berkendara di sekitar simpangan Sempaja hingga akhirnya sampai ke rumah. "Awalnya dia pakai baju, pakai handuk juga. Dia bilang mau ambil baju ke rumah yang ada di Gunung Lingai. Ternyata di jalanan bajunya tidak dipakai lagi, sampai akhirnya masuk media sosial," ucap Km (62) ibu wanita itu, Senin (9/9/2019). Wanita itu sendiri diketahui berinisial YG (37), anak bungsu dari enam bersaudara. Ibunya menjelaskan, anak perempuannya itu telah mengalami gangguan jiwa sejak lima tahun terakhir, dan kerap keluar masuk rumah sakit jiwa (RSJ). Penyebab anaknya alami gangguan jiwa, diduga karena adanya permasalahan dengan suaminya. Bahkan, diketahui anaknya itu kerap sudah tenang, namun kembali kumat setelah bertemu dengan suaminya. "Sebab suaminya ini macem-macem. Dia ini senang sama anak kecil, senang merawat," ungkapnya. Sebelum heboh karena aksi tanpa busananya. Ternyata wanita tersebut kerap mengamuk di kawasan tempat tinggalnya. Namun demikian, tidak sampai melukai warga lainnya. "Pernah ngamuk, tapi tidak sampai melukai warga. Pernah juga dia bawa senjata tajam," ucap M Naufal (21), warga sekitar. Sementara itu, guna proses pengobatan, Dinas Sosial Kota Samarinda, Satpol PP Kota Samarinda, TNI, serta pihak Kelurahan Gunung Lingai dan RT setempat mengevakuasi wanita tersebut ke RSJD Atma Husada Mahakam. Membujuk agar mau dibawa ke RSJ memakan waktu cukup lama. Namun, akhirnya wanita tersebut bersedia berjalan keluar rumah untuk naik mobil Satpol PP. Sekitar pukul 20.30 Wita akhirnya wanita tersebut ditemani orangtuanya menuju RSJ. Syarifah Halimah T dari tim penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Dinsos Kota Samarinda menerangkan, penanganan terhadap YG telah dilakukan beberapa kali oleh pihaknya. Terkait dengan kejadian ini, pihaknya memberikan solusi agar membawa YG ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Tujuannya untuk dilakukan penanganan lebih lanjut di Budi Luhir, tempat penampungan setelah pemulihan. "Itu kerja sama juga dengan Dinsos. Jadi, saran kami agar dibawa ke Banjarmasin saja," ucapnya singkat. Editor: Rafan Arif Dwinanto

Amank Adoen
9 Sep 2019
3:25
8 Orang Warga Rela Berlari Tanpa Busana Demi Tangkap Babi Ngepet di Depok

8 Orang Warga Rela Berlari Tanpa Busana Demi Tangkap Babi Ngepet di Depok TRIBUN-MEDAN.COM - Sebuah video memperlihatkan diduga seekor babi ngepet berhasil ditangkap oleh warga di daerah Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Dilansir dari Kompas.tv, babi tersebut terlihat dikurung oleh warga di dalam sebuah kandang bambu. Video yang merekam seekor babi mungil itu lantas viral di media sosial. Warga menangkap diduga seekor babi ngepet itu pada Selasa (27/4/2021) tengah malam atau tepatnya sekitar pukul 00.30 WIB. Salah seorang warga di sekitar di lokasi bernama Suhanda mengatakan, perlu cara khusus bagi warga untuk menangkap babi ngepet tersebut. Sejumlah warga, kata Suhanda, harus nekat telanjang bulat alias bugil untuk menangkap hewan tersebut. “Orang yang menangkap semuanya tidak pakai baju sama sekali, atau pakai celana sama sekali, tidak sama sekali. Pokoknya bugil, keadaan bugil makanya itu bisa ditangkap,” kata Suhanda dikutip dari TribunJakarta, Selasa (27/4/2021). Suhanda mengatakan, cara tersebut perku dilakukan karena jika masih mengenakan pakaian, kemungkinan besar babi itu akan sulit ditangkap. “Kalau enggak bugil kemungkinan hilang lagi,” ujarnya. Pernyataan Suhanda itu dibenarkan oleh warga lainnya bernama Martalih. Ia mengaku menjadi salah satu orang yang turut serta menangkap seekor babi yang diduga jadi-jadian tersebut. Martalih menjelaskan, sebelum menangkap seekor babi, warga sempat mencurigai tiga pria yang sempat masuk ke lingkungan tempat tinggal mereka. Tak lama setelah itu, muncul dugaan bahwa ketiga pria tersebut berkaitan erat dengan kemunculan babi ngepet tersebut. Sebab, setelah kedatangan tiga pria mencurigakan itu, warga kembali dikejutkan dengan sosok babi di kampung mereka. Warga kemudian menyusun rencana untuk menangkap babi tersebut. Martalih mengatakan, ada 8 warga termasuk dirinya yang melakukan penangkapan terhadap babi tersebut. Adapun cara menangkap babi tersebut dengan bertelanjang atau bugil merupakan sebagai syarat. “Ini sebagai syarat penangkapan babi ngepet,” kata Martalih dikutip dari TribunJakarta. Ukuran Mengecil Sementara itu, Ketua RW setempat bernama Abdul Rosad, mengatakan warga kaget melihat ukuran babi ngepet yang belum lama ditangkap semakin lama ukurannya semakin mengecil. Saat pertama kali ditangkap, kata dia, babi tersebut berukuran panjang 50 sentimeter dan lebar 40 sentimeter. Beberapa saat kemudian, ukuran babi itu mengecil menjadi panjang 30 sentimeter dan lebar 40 sentimeter. “Terakhir itu beratnya 15 kilogram, tinggi babi dan lebar 15 centimeter, seperti kucing,” ujar Rosad dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/4/2021). “Kami mengetahui saat kalung yang berada di leher babi ngepet terlepas,” katanya. Disembelih Rosad menuturkan, babi yang diduga babi ngepet tersebut akhirnya disembelih. Namun sebelum disembelih, terlebih dahulu warga menggelar pengajian. “Sebelum dipotong dilakukan pengajian dengan memotong leher,” kata Rosad. Selesai penyembelihan, Rosad pun mengatakan tidak ada keganjilan yang terjadi. “Untuk keganjilan tidak ada,” kata Rosad. Usai disembelih, babi tersebut pun dimakamkan di pemakaman keluarga salah seorang warga. Lokasi pemakaman babi tersebut tak jauh dari lokasi penangkapan. “Setelah dipotong dilakukan pemakaman keluarga milik warga tidak jauh dari lokasi penangkapan,” kata Rosad. Sementara Suhanda mengatakan penyembelihan dilakukan karena banyak warga yang berkerumum hendak melihat seekor babi ngepet tersebut. “Karena kalau enggak dieksekusi dari sekarang, itu mengakibatkan kerumunan orang semakin banyak," ujar Suhanda. "Karena sekarang kita lagi pencegahan Covid-19, makanya kita cepat-cepat dari RT, dari RW, mengatakan harus dieksekusi secepatnya supaya tidak ada kerumunan banyak-banyak." jelasnya.(*) https://medan.tribunnews.com/2021/04/28/8-orang-warga-rela-berlari-tanpa-busana-demi-tangkap-babi-ngepet-di-depok

Tribun Medan
27 Apr 2021 · 23K views