Kajian Sunnah

Community

untuk ikhwan dan akhwat yang telah berkunjung di halaman ana semoga halaman ini bisa bermanfaat untuk ikhwan dan akhwat sekalian...terimah kasih..

0:56
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda Jumlah minimal istri penduduk surga menurut salah satu riwayat adalah 2 istri. Bahkan menurut riwayat lain, masih ditambah 70 bidadari. Sebagai wanita, mendengar suami berpoligami, tentunya akan muncul rasa cemburu. Jangankan 70 istri, mendengar suami mau poligami saja, istri sudah kebingungan bukan kepalang. Yang tidak lain, karena dorongan rasa cemburu. Dan itu hampir tidak mungkin bisa dihilangkan. Sampai tua dan bahkan sampai mati. Meskipun suami Anda memliki 70 bidadari, Anda tidak akan diliputi rasa sedih dan cemburu. Semua itu telah Allah hilangkan. Yang Anda alami dan dialami oleh semua penduduk surga, mereka akan merasa menjadi makhluk paling bahagia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ، يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الحُسْنِ، لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ، قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ، يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا Masing-masing mereka memiliki dua istri. Sumsum tulang betisnya kelihatan dibalik daging, karena saking indahnya. Tidak ada perselisihan dan permusuhan diantara mereka. Mereka sehati, senantiasa bertasbih mensucikan Allah, pagi dan sore. (HR. Bukhari 3245, Muslim 2843). . . Ini semua sebagaimana yang Allah tegaskan melalui ayat-Nya وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (QS. Al-Hijr: 47). . . Judul full kajian: istiqomah | link video: https://youtu.be/ovQZnmPuFXU
7 days ago
1:00
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ . . . “Barangsiapa melakukan suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa melakukan suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.” (HR. Muslim no. 1017) Wahai saudaraku, perhatikanlah hadits ini. Sungguh sangat merugi sekali orang yang melestarikan bid’ah dan tradisi-tradisi yang menyelisihi syari’at. Bukan hanya dosa dirinya yang akan dia tanggung, tetapi juga dosa orang yang mengikutinya. Padahal bid’ah itu paling mudah menyebar. Lalu bagaimana yang mengikutinya sampai ratusan bahkan ribuan orang? Berapa banyak dosa yang akan dia tanggung? Seharusnya kita melestarikan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kenapa harus melestarikan tradisi dan budaya yang menyelisihi syari’at? Jika melestarikan ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam -seperti mentalqinkan mayit menjelang kematiannya bukan dengan talqin setelah dimakamkan- kita akan mendapatkan ganjaran untuk diri kita dan juga dari orang lain yang mengikuti kita. Sedangkan jika kita menyebarkan dan melestarikan tradisi tahlilan, yasinan, maulidan, lalu diikuti oleh generasi setelah kita, apa yang akan kita dapat? Malah hanya dosa dari yang mengikuti kita yang kita peroleh. . . SELENGKAPNYA : https://rumaysho.com/895-mengenal-bidah-10-dampak-buruk-bidah.html
9 days ago
0:58
Pernahkah terpikirkan bahwa kita tengah berada dalam anugerah yang tiada ternilai dari Dzat yang memiliki kerajaan langit dan bumi, sementara begitu banyak orang yang dihalangi untuk memperolehnya? . Kita bisa tahu ajaran yang benar dari agama Islam ini. Tahu ini haq, itu batil… Ini tauhid, itu syirik…. Ini sunnah, itu bid’ah… Lalu kita dimudahkan untuk mengikuti yang haq dan meninggalkan yang batil. Sementara, banyak orang tidak mengerti mana yang benar dan mana yang sesat, atau ada yang tahu tapi tidak dimudahkan baginya untuk mengamalkan al-haq, malah ia gampang berbuat kebatilan. . Kita dapat berjalan mantap di bawah cahaya yang terang-benderang, sementara banyak orang yang tertatih meraba dalam kegelapan. . Kita tahu apa tujuan hidup kita dan kemana kita kan menuju. Sementara, ada orang-orang yang tidak tahu untuk apa sebenarnya mereka hidup. Bahkan kebanyakan mereka menganggap mereka hidup hanya untuk dunia, sekadar makan, minum, dan bersenang-senang di dalamnya. . Apa namanya semua yang kita miliki ini, wahai saudariku, kalau bukan anugerah terbesar, nikmat yang tiada ternilai? Inilah hidayah dan taufik dari Allah kepada jalan-Nya yang lurus. . Dalam Tanzil-Nya, Allah berfirman: . “Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (Al-Baqarah: 213) . Fadhilatusy Syaikh Al-’Allamah Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin t menerangkan dalam tafsirnya bahwa hidayah di sini maknanya adalah petunjuk dan taufik. Allah berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah maka mesti mengikuti hikmah-Nya. Siapa yang beroleh hidayah maka memang ia pantas mendapatkannya. (Tafsir Al-Qur’anil Karim, 3/31) . selengkapnya.. https://asysyariah.com/hidayah-itu-mahal/
1 month ago
1:00
1. Sahabat yang shalih bisa memberikan syafaat sahabatnya sehingga akan ditarik ke surga Hasan Al- Bashri berkata, استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة . . ”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268) 2. Dalilnya adalah hadits, di mana mereka menyebut kebersamaan: pernah berpuasa, shalat dan haji BERSAMA Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat, Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji. Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka. Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya. Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.” Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.” Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183) . SELENGKAPNYA : https://muslimafiyah.com/para-sahabat-saling-memberi-syafaat-di-hari-kiamat.html
1 month ago
1:00
In Sya Allah, Banyak Pelaku Bid'ah Yg Hijrah Ke Manhaj Salaf Setelah Mendengar Ini . 👤 Jazakallahu Khair Wabarakallahu Fik @khalidbasalamahofficial . Kata Allah dalam Alquranul Karim . الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا . “Pada hari ini telah Aku SEMPURNAKAN untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu.” [Qs. Almaidah: 3] . 🎯 SEMPURNA = tdk perlu dikurangi, ditambah2, apalagi sampai dimodifikasi. . 🔰 Kata Nabi ﷺ . أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ، أُنَادِيهِمْ: أَلَا هَلُمَّ، فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ: سُحْقًا، سُحْقًا . "Ketahuilah, sungguh ada beberapa orang yang disesatkan, tidak bisa mendekat ke telagaku, seperti onta hilang yang tersesat. Aku panggil-panggil mereka, “Kemarilah…kemarilah.” Lalu disampaikan kepadaku, “Mereka telah mengubah ajaranmu sepeninggalmu." Akupun (Nabi) mengatakan.“Celaka-celaka..”. .[HR. Ahmad 8214 & Muslim 607] . 🎯 BID'AH & tdk sempat taubat = Auto DIUSIR oleh para malaikat dari telaga Rasulullah ﷺ (Al haudh) pada hari kiamat. . 🎯 Masih mau buat bid'ah??
1 month ago
1:00
[ Hukum Berpuasa Namun Meninggalkan Shalat ] . Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin –rahimahullah– pernah ditanya : Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat? . Beliau rahimahullah menjawab, “Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat adalah kafir dan murtad. Dalil bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala, . ”Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. At Taubah [9] : 11) . Alasan lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, . “Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82) . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, . “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani) . Pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan shalat merupakan suatu kekafiran adalah pendapat mayoritas sahabat Nabi bahkan dapat dikatakan pendapat tersebut adalah ijma’ (kesepakatan) para sahabat. ‘Abdullah bin Syaqiq –rahimahullah– (seorang tabi’in yang sudah masyhur) mengatakan, “Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara shalat.” [Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari ‘Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy ,seorang tabi’in. Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52, -pen] . Oleh karena itu, apabila seseorang berpuasa namun dia meninggalkan shalat, puasa yang dia lakukan tidaklah sah (tidak diterima). Amalan puasa yang dia lakukan tidaklah bermanfaat pada hari kiamat nanti. . 📖 Rumaysho
4 months ago
1:00
Kita ini tersesat maka bacalah Al-Qur'an dan minta selalu petunjuk. ><><><><><><><><><><><><><><><><><><>< 👤Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA ><><><><><><><><><><><><><><><><><><>< Lantas, mengapa doa memohon hidayah yang instruksi kalimatnya langsung berasal dari-Nya perlu diulang berkali-kali dalam sehari? Mengapa kalimat “Ihdinash shirathal mustaqim” harus kita baca setiap hari sebab menjadi bagian surat al-Fatihah yang tidak sah shalat seseorang ketika tidak membacanya? Imam Ibnu Katsir dalam tafsir “al-Qur’an al-‘Adhim” menjelaskan ini dengan amat baik kepada kita semuanya. Mari simak penuturan penulis kitab nan monumental “al-Bidayah wa an-Nihayah” ini. . . “Jika seorang mukmin tidak memohon hidayah siang dan malam hari,” terang beliau, “niscaya Allah Ta’ala tidak akan membimbingnya ke arah itu.” Selain itu, orang mukmin adalah sosok yang amat besar kebutuhannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Lanjut beliau, “Seorang hamba senantiasa membutuhkan Allah Ta’ala setiap saat dan situasi.” . . Tujuannya, “Agar diberikan keteguhan, kemantapan, penambahan, dan kelanggengan hidayah,” sebab, lanjut beliau, “manusia tidak kuasa memberikan manfaat atau madharat kepada dirinya sendiri, kecuali jika Allah Ta’ala Menghendaki.” Karenanya pula, pungkas beliau menerangkan, “Allah Ta’ala selalu membimbingnya untuk senantiasa memohon agar Dia memberikan pertolongan, keteguhan, dan taufik (kepadanya).” Maka orang yang bahagia adalah siapa yang berada dalam keselamatan Islam, keyakinan iman, dan senantiasa dalam naungan taufik untuk senantiasa memohon hanya kepada Allah Ta’ala. Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus. . . 📝kisahikmah.com
4 months ago