Kajian Sunnah

Community

untuk ikhwan dan akhwat yang telah berkunjung di halaman ana semoga halaman ini bisa bermanfaat untuk ikhwan dan akhwat sekalian...terimah kasih..

1:00
[ Hukum Berpuasa Namun Meninggalkan Shalat ] . Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin –rahimahullah– pernah ditanya : Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat? . Beliau rahimahullah menjawab, “Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat adalah kafir dan murtad. Dalil bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala, . ”Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. At Taubah [9] : 11) . Alasan lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, . “Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82) . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, . “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani) . Pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan shalat merupakan suatu kekafiran adalah pendapat mayoritas sahabat Nabi bahkan dapat dikatakan pendapat tersebut adalah ijma’ (kesepakatan) para sahabat. ‘Abdullah bin Syaqiq –rahimahullah– (seorang tabi’in yang sudah masyhur) mengatakan, “Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara shalat.” [Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari ‘Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy ,seorang tabi’in. Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52, -pen] . Oleh karena itu, apabila seseorang berpuasa namun dia meninggalkan shalat, puasa yang dia lakukan tidaklah sah (tidak diterima). Amalan puasa yang dia lakukan tidaklah bermanfaat pada hari kiamat nanti. . 📖 Rumaysho
2 months ago
1:00
Kita ini tersesat maka bacalah Al-Qur'an dan minta selalu petunjuk. ><><><><><><><><><><><><><><><><><><>< 👤Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA ><><><><><><><><><><><><><><><><><><>< Lantas, mengapa doa memohon hidayah yang instruksi kalimatnya langsung berasal dari-Nya perlu diulang berkali-kali dalam sehari? Mengapa kalimat “Ihdinash shirathal mustaqim” harus kita baca setiap hari sebab menjadi bagian surat al-Fatihah yang tidak sah shalat seseorang ketika tidak membacanya? Imam Ibnu Katsir dalam tafsir “al-Qur’an al-‘Adhim” menjelaskan ini dengan amat baik kepada kita semuanya. Mari simak penuturan penulis kitab nan monumental “al-Bidayah wa an-Nihayah” ini. . . “Jika seorang mukmin tidak memohon hidayah siang dan malam hari,” terang beliau, “niscaya Allah Ta’ala tidak akan membimbingnya ke arah itu.” Selain itu, orang mukmin adalah sosok yang amat besar kebutuhannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Lanjut beliau, “Seorang hamba senantiasa membutuhkan Allah Ta’ala setiap saat dan situasi.” . . Tujuannya, “Agar diberikan keteguhan, kemantapan, penambahan, dan kelanggengan hidayah,” sebab, lanjut beliau, “manusia tidak kuasa memberikan manfaat atau madharat kepada dirinya sendiri, kecuali jika Allah Ta’ala Menghendaki.” Karenanya pula, pungkas beliau menerangkan, “Allah Ta’ala selalu membimbingnya untuk senantiasa memohon agar Dia memberikan pertolongan, keteguhan, dan taufik (kepadanya).” Maka orang yang bahagia adalah siapa yang berada dalam keselamatan Islam, keyakinan iman, dan senantiasa dalam naungan taufik untuk senantiasa memohon hanya kepada Allah Ta’ala. Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus. . . 📝kisahikmah.com
2 months ago
0:55
319752755349384
2 months ago
1:00
👤 Jazakallahu Khairan Ustadz Nuzul Dzikri Hafidzahullah . ➡️ Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, . (( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ . “Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan / tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan / selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“ . (HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan syaikh al-Albani) . 👉 Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan cinta kepada akhirat dan zuhud dalam kehidupan dunia, serta celaan dan ancaman besar bagi orang yang terlalu berambisi mengejar harta benda duniawi . (Lihat kitab “at-Targib wat tarhiib” (4/55) karya Imam Al-Mundziri) . Artikel 👉 @muslimorid
2 months ago
0:59
Ancaman Bagi Orang Yang Berbuat Syirik . . 1. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik kepada-Nya, jika ia mati dalam kemusyrikannya dan tidak bertaubat kepada Allah. Allah Azza wa Jalla berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا . . “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah (berbuat syirik), maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An-Nisaa’: 48] Lihat juga [An-Nisaa’: 116] . . . . 2. Diharamkannya Surga bagi orang musyrik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ . . . “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya adalah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zha-lim itu seorang penolong pun.” [Al-Maa-idah: 72] 3. Syirik menghapuskan pahala seluruh amal kebaikan. Allah Azza wa Jalla berfirman: وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ . . . . “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” [Al-An’aam: 88] Read more https://almanhaj.or.id/3262-syirik-dan-macam-macamnya.html
2 months ago
0:56
Wajib Belajar Ilmu Agama Sampai Mati Ilmu Syar’i adalah cahaya penerang bagi kehidupan seorang hamba di dunia menuju ke alam akhirat. . . Maka, barangsiapa menuntut ilmu syar’i dengan niat ikhlas karena Allah dan dengan tujuan agar meraih keridhoan-Nya semata, niscaya ia tidak akan berhenti dan merasa bosan dari menuntut ilmu syar’i sebelum kematian menjemputnya. . . » Allah Ta’ala berfirman: وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اليَقِينُ Artinya: “Beribadahlah engkau kepada Allah hingga datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr) . . . » Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah selalu membawa Pena dan Tinta (untuk mencatat hadits dan faedah ilmiyah, pent) meskipun Beliau telah lanjut usia. Maka Ada seseorang yang bertanya kepadanya: “Sampai kapankah engkau berbuat demikian?” Beliau jawab: “Hingga aku masuk ke liang kubur.” (Lihat Manaaqibu Ahmad, karya Ibnul Jauzi hal.31, dan Talbiisu Ibliis, karya Ibnul Jauzi hal.400) . . . . » Beliau juga pernah berkata: "Aku akan terus-menerus menuntut ilmu agama sampai aku masuk ke liang kubur.” (Lihat Syarofu Ashhaabi Al-Hadiits, karya Al-Khothib Al-Baghdadi hal.136) . . . . » Abu Ja’far Ath-Thobari rahimahullah menjelang wafatnya berkata: “Sepantasnya bagi seorang hamba agar tidak meninggalkan (kewajiban) menuntut ilmu agama sampai ia mati.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir di dlm Tarikh Dimasyqo juz.52 hal.199. Lihat pula Al-Jaliisu Ash-Shoolih karya Al-Mu’afi bin Zakariya III/222) . . . . » Ada seseorang bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarok (ulama tabi’in) rahimahullah: “Sampai kapan engkau menulis (mempelajari) hadits?” Beliau jawab: “Selagi masih ada kalimat bermanfaat yang belum aku catat.” (Lihat Al-Jaami’ Li Akhlaaqi Ar-Roowi, karya Al-Khothib Al-Baghdadi IV/419) . . . . http://www.salamdakwah.com/artikel/1307-wajib-belajar-ilmu-agama-sampai-mati
2 months ago
0:53
430939747658536
3 months ago
1:00
👤 Jazakallahu Khairan Ustadz @syafiqrizabasalamah_official . . ➡️ Berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ini memang amat berat, bagai mereka yang memegang bara api . ➡️ Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, . “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits inihasan) . ➡️ Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam Bersabda, . 👉 Barangsiapa hidup setelahku, ia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada sunnahku dan sunnah Khulaufar Rasyidin yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah, dan giggitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat.(H.R Abu Dawud, no. 4607; Tirmidzi, 2676; ad-Darimi; Ahmad; dan lainnya dari al-‘Irbadh bin Sariyah) . ➡️ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, . 👉 Sebaik-baik manusia adalah generasiku (yaitu generasi sahabat), kemudian orang-orang yang mengiringi mereka (yaitu generasi tabi’in), kemudian orang-orang yang mengiringi mereka (yaitu generasi tabi’ut tabi’in). (Hadits mutawatir, Bukhari, no. 2652, 3651, 6429; Muslim, no. 2533; dan lainnya) . ➡️ Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda . 👉 “Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. Sedangkan umatku terpecah menjadi 73 golongan, semuanya dineraka kecuali satu.” Para sahabat bertanya,“Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yaitu yang mengikuti pemahamanku dan pemahaman sahabatku.” (HR. Tirmidzi no. 2641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) . Sumber Artikel 👉 @rumayshocom
3 months ago
1:00
267824340763941
3 months ago